Selasa, 23 Februari 2016

Membangun Tim Kelas Dunia




Kita sering membaca kisah sukses entrepreneur-entrepreneur besar dunia dan terkagum-kagum akan keberhasilan mereka. Bagaimana seorang manusia bisa mencapai prestasi setinggi itu? Mungkin begitulah pertanyaan yang sering terlontar dalam benak setelah membaca prestasi para entrepreneur.

Jawabannya sederhana. Orang-orang cemerlang dibantu oleh sekelompok orang-orang yang tak kalah cemerlang di belakangnya. Para entrepreneur besar tersebut tidak bekerja keras sendirian. Mereka membangun sebuah tim solid yang membantunya mewujudkan impian-impian besar di otak mereka. Inilah beberapa pelajaran yang bisa dipelajari dari dua entrepreneur kawakan dunia, Donald Trump dan Greg Dyke.

Donald Trump: Kau tak bisa melakukannya sendiri
Hal itulah yang dipelajari oleh hartawan Amerika, Donald Trump, selama perjalanan panjangnya menjalani profesi sebagai entrepreneur. Trump belajar banyak hal tentang entrepreneurship selama berpuluh-puluh tahun. Ia belajar tentang bagaimana mendayagunakan sumber daya yang ia miliki, baik yang berupa keuangan, infrastruktur, layanan dalam berbagai jenis, dan terutama, sejumlah bakat hebat.

Trump sadar bahwa untuk menuju kesuksesan, ia tidak bisa melakukan semua sendirian. Membangun sebuah tim kelas dunia merupakan satu-satunya cara menuju sukses. Saat mulai membangun bisnis, Trump berdiskusi dengan salah satu pengacara top New York yang berpengalaman dalam bidang real estate, George Ross. Bersama Ross, Trump mendefinisikan semua komponen pemangku kepentingan yang dibutuhkan untuk negosiasi.

Ia kemudian mendirikan sebuah perusahaan arsitektur yang dapat menyalurkan visinya ke depan. Daftar sumber daya ini sangat beragam dan semakin bertambah dari waktu ke waktu, dari tim dan manajer proyek hingga pegawai administrasi. Trump menyeleksi secara ketat siapa saja yang bisa menjadi anggota timnya. Setelah itu, ia mendelegasikan dan membiarkan bola bergulir dengan sendirinya. Namun, semua anggota tim tetap menyadari bahwa mereka harus bertanggung jawab terhadap Trump mengenai pelaksanaan gagasan. Bagi Trump, prinsip utama dalam memilih anggota tim ialah, Siapa saja yang tidak bisa mewujudkan prinsip entrepreneurship yang saya anut maka ia bukanlah bagian dari tim saya.

Greg Dyke: Rekrut orang yang memuji kelemahan Anda
Sebagai seorang veteran dalam dunia kepemimpinan dengan tingkat keahlian berkomunikasi tinggi, Dyke pernah menjabat sebagai Direktur Umum jaringan berita terbesar di dunia, BBC (British Broadcasting Corporation).

Dyke lebih konkret dalam memberikan teladan bagaimana membangun sebuah tim pemenang kelas dunia. Baginya ada 4 hal yang harus diperhatikan saat hendak membangun tim:

1. Bangun tim yang Anda percaya
Sebagian entrepreneur memiliki ide-ide besar dan brilian, tetapi mereka tidak terlalu mengerti bagaimana melaksanakannya di lapangan atau tidak punya banyak waktu untuk mengerjakannya sendiri. Jika Anda adalah tipe seperti ini, maka Dyke menyarankan untuk mempekerjakan orang-orang yang Anda percaya bakat, keahlian, dan kelebihannya akan membantu Anda mewujudkan visi bisnis yang telah ditetapkan. Kepercayaan menjadi titik tumpu dalam semua operasionalisasi tim.

2. Rekrut orang terbaik lalu biarkan mereka bekerja sendiri secara maksimal
Entrepreneur tidak perlu memantau setiap gerak-gerik anggota timnya setiap waktu. Jika Anda sudah yakin dan percaya terhadap mereka bahwa mereka akan melakukan yang terbaik untuk Anda, Anda tidak perlu lagi bersusah payah mengendalikan hal-hal kecil.

3. Selalu rekrut orang yang memuji kelemahan Anda 
Kebanyakan orang hanya bisa memuji prestasi atau kelebihan seseorang. Tidak ada yang istimewa dengan itu. Tetapi saat seseorang mampu memuji kelemahan Anda, maka bisa disimpulkan bahwa orang tersebut mampu melihat sisi terbaik dalam pribadi Anda. Anda membutuhkan orang seperti itu, yang bisa melengkapi pribadi Anda sebagai entrepeneur dan mengkompensasi kelemahan-kelemahan Anda yang bisa menghambat kemajuan bisnis.

4. Biarkan mereka masuk dan jangan biarkan keluar hanya karena keraguan
Sebagai seorang entrepreneur, jangan biarkan keraguan menguasai Anda saat anggota tim memberikan berbagai macam saran atau usulan untuk memajukan perusahaan atau mengatasi sebuah masalah. Entrepreneur adalah seorang pemimpin dengan pikiran yang stabil. Usahakan jangan membuat bingung  anggota tim lainnya dengan terlalu sering membuat perubahan keputusan. Hal seperti ini hanya akan membuat mereka bingung dan bosan.

Membangun sebuah tim berkualitas memang bukan hal yang mudah, bahkan bisa membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menemukan komposisi tim yang benar-benar sesuai seperti yang diinginkan. Namun dengan ketelatenan dan kiat di atas, meraih keberhasilan dengan tim impian tidak mustahil.

Kapan Saat Meninjau Rencana Bisnis




Seperti bisnis yang selalu berubah dari waktu ke waktu, rencana pemasaran dan rencana bisnis kita seharusnya berubah pula mengikuti perkembangan jaman. Tujuan-tujuan bisnis perusahaan Anda idealnya harus direvisi secara berkala karena para pesaing juga terus bertambah unggul, peta bisnis juga terus berubah, dan jajaran produk Anda terus bertambah.

Inilah 5 momen penting yang harus Anda manfaatkan sebagai kesempatan emas untuk melakukan tinjauan ulang terhadap seluruh rencana bisnis atau business plan Anda untuk jangka waktu ke depan.

Periode keuangan baru
Apakah itu bulan baru, periode triwulan baru, atau tahun fiskal yang baru, sediakan sedikit waktu untuk mengulas kembali rencana yang sudah Anda susun untuk mengetahui apakah Anda sudah mencapainya atau belum. Bila Anda baru-baru ini mengadakan perubahan terhadap struktur bisnis Anda, pastikan untuk menambahkannya pada rencana Anda.

Perubahan kebutuhan keuangan 
Mungkin Anda memutuskan tahun ini bahwa Anda hendak memperluas bisnis untuk mengakomodasi pertambahan permintaan yang masuk. Anda akan membutuhkan bantuan keuangan dari seseorang baik seorang bankir, investro, atau pemegang saham. Sekarang adalah waktu terbaik untuk memperbarui rencana pemasaran dan rencana bisnis Anda sehingga keduanya dapat secara akurat mencerminkan posisi Anda yang terkini.

Pasar yang berubah
Apabila Anda bergerak dalam sebuah industri yang sangat dinamis dan terus menerus berfluktuasi seperti minyak dan gas, Anda harus membuat perubahan lebih sering. Pastikan rencana bisnis Anda juga disesuaikan dengan perubahan yang ada.

Pertambahan jajaran produk
Bila Anda menambahkan produk, maka Ana harus buat perubahan atau terapkan teknologi baru untuk menghemat anggaran, hal ini akan mempengaruhi sedikit banyak rencana masa datang Anda.

Telah tercapainya tujuan
Mungkin rencana bisnis Anda mencantumkan tujuan pencapaian pendapatan sebesar 1 juta dolar dan Anda telah melampaui target tersebut periode lalu. Putuskan apa tujuan Anda untuk masa depan dan revisi rencana tersebut dengan berpanduan pada tujuan tersebut. 

4 Startup yang 'Kacau' tapi Sukses di Pasar



Salah satu hal terbaik yang entrepreneur dapat lakukan adalah mencari tahu bagaimana untuk mendapatkan hal-hal yang dilakukan dengan jumlah anggaran yang terbatas dan membangun dengan kesederhanaan dan meleburkannya ke dalam DNA perusahaan. Setelah bisnis berkembang dan memiliki pertumbuhan yang luar biasa, beberapa kekacauan dalam bisnis harus segera dirapikan tetapi itu masalah yang cukup berat untuk dipecahkan jika sudah telanjur membesar dan mengakar dalam.
Mari kita bicara tentang beberapa ide bisnis yang kurang rapi dan acak-acakan pada awalnya:
  1. Subleases - Jangan pernah melakukan sewa langsung kecuali ada persyaratan yang lebih fleksibel.
  2. IKEA Furniture (atau Goodwill) - Investasi cukup besar untuk memproduksi berbagai kursi ukuran besar tetapi kecuali mendapatkan meja dan furniture termurah.
  3. Trainee - Young, bakat ambisius bersemangat untuk membantu dan membuat perbedaan
  4. Crowdsourced Design - Carilah orang berbakat dari seluruh dunia untuk membuatkan Anda sebuah logo bisnis berkualitas tinggi dan desain grafis yang mewakili citra dan visi perusahaan (lihat 99designs dan crowdSPRING).

Ketidakrapian merupakan bagian penting dari startup sukses dan harus digunakan bila memungkinkan.

Berinovasi Setiap Hari



Anda harus mampu berpikir inovatif dalam tahap permulaan membangun sebuah bisnis usaha . Tentunya, hal tersebut menentukan kesuksesan bisnis Anda nantinya. Berikut adalah beberapa cara untuk tetap inovatif.

Pertama, tanyakan pertanyaan mengenai rencana bisnis Anda. Tuliskan tujuan sekarang dan masa depan dalam menjalankan bisnis Anda. Kemudian, sederhanakan strategi tentang bagaimana mencapai target yang telah ditetapkan. Tentunya, Anda memerlukan usaha berpikir jernih.

Kedua, manfaatkanlah setiap segi sumber daya Anda dalam meraih hati konsumen yang lebih besar. Apabila Anda terkendala dana, Anda dapat memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini telah berkembang dengan pesat. Banyak teknologi yang bisa Anda gunakan secara gratis seperti jejaring sosial dan forum diskusi

Ketiga, carilah umpan balik. Ingatlah, tujuan utama Anda adalah memuaskan pelanggan Anda. Untuk itu, Anda dapat langsung bertanya kepada konsumen Anda apa yang mereka cari dan butuhkan. Buka mata dan telinga dengan metode survei. Dengan begitu, Anda akan mengetahui kebutuhan riil dan selera konsumen lebih cepat dibanding pesaing Anda.

Kepribadian yang Dicari Investor



Ada rumor terjadi di sekitar bahwa investor menulis cek hanya berdasarkan pada kemungkinan menghasilkan uang. Sementara membuat laba yang tinggi merupakan prioritas utama, ada prioritas yang sama tinggi untuk menikmati perjalanan, dan itu semua bermuara pada kepribadian yang sesuai dengan keinginan mereka.
Para investor mengukur berapa banyak mereka seperti pengusaha serta kemampuan untuk menghasilkan keuntungan.
Selain kepribadian yang cocok, berikut adalah beberapa karakteristik yang dicari oleh para investor:
  • Kepemimpinan - Startups membutuhkan orang-orang besar dan orang-orang hebat membutuhkan kepemimpinan yang kuat.
  • Ketekunan - Startups sulit , sangat sulit , dan semuanya membutuhkan waktu dua kali lebih lama seperti yang diharapkan.
  • Keyakinan - Dengan begitu banyak hal yang belum diketahui, penting untuk memiliki keyakinan yang nyata dalam hal arah dan pendekatan.
  • Etika Kerja - Startup sering membutuhkan berjam-jam dan membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mengembangkan keharmonisan kerja / hidup.

Cara lain untuk menggambarkan itu adalah bahwa pengusaha harus lulus uji kano : Apakah Anda akan menikmati menghabiskan hari dengan orang di dua orang kano di sebuah danau terbuka?

Hindari Ini Saat Mengajukan Ide Bisnis ke Audiens yang Skeptis



Mudah untuk terlalu gembira saat Anda memiliki ide bisnis yang bagus. Namun dalam antusiasme Anda, mungkin Anda akan kecewa begitu orang lain tidak menyambut positif pemikiran Anda yang sudah dirancang sedemikian rupa. Jangan biarkan ketidaksabaran membuat Anda terluka. Cobalah untuk menghindari dua hal berikut saat mengajukan ide Anda ke audiens yang skeptis.

  1. Membuatnya terkesan bias: Jangan mencoba menakut-nakuti orang untuk mendengarkan presentasi Anda dengan menyuguhkan skenario terburuk. Bersikaplah seimbang dan tidak tendensius saat mempresentasikan berbagai opsi.
  2. Memberi opini yang tidak diharapkan: Orang akan menganggap Anda kurang menyenangkan jika Anda bersikap keras dan dogmatis tentang alasan mengapa Anda benar. Tunggulah sampai Anda diminta memberikan pertimbangan dan cobalah untuk melibatkan audiens ini secara positif. Bukannya mengasingkan dan menolak mereka.

Biarkan Karyawan Belajar dengan Alami Kegagalan Dulu



(Image credit: learnvest.com)
Manajemen yang baik adalah manajemen yang seimbang, di antara mengendalikan dan 'mengabaikan'. Pekerjaan Anda sebagai pemimpin bisnis ialah memikirkan berbagai upaya yang diperlukan agar keseimbangan itu bisa tercapai.

Saat Anda menyaksikan seorang pegawai membuat kesalahan dalam bekerja, mungkin Anda merasa tidak tahan untuk turut campur.

Akan tetapi, orang tidak akan belajar dengan hanya diberitahu cara yang benar. Berhentilah melakukan intervensi pada pegawai. Biarkan mereka berbuat kesalahan lalu bantu mereka melakukan dengan benar setelah itu. Tentu saja, Anda harus mengevaluasi risiko dan konsekuensi kegagalan yang dilakukan si karyawan, jika karyawan Anda akan melakukan kesalahan dengan dampak yang cukup besar seperti menurunkan perolehan laba perusahaan, tentu Anda harus turun tangan.


Namun saat risiko kesalahan tidak begitu signifikan, bersiaplah untuk mengamati dan bersabar agar karyawan dapat belajar menjadi lebih kompeten dari tiap kesalahannya sendiri.