Kamis, 28 Januari 2016

Tips Mendirikan Bisnis Broker Properti

Seperti juga profesi lainnya, menjadi Professional Broker (PB) yang sukses membutuhkan kesiapan, baik dari internal diri kita sendiri maupun dari external. Tanpa persiapan yang bagus menjadi PB tidak memberikan hasil yang optimal.  Sampai kapanpun jasa seorang PB akan selalu dibutuhkan, selama manusia masih membutuhkan tempat tinggal selama itu pula jasa seorang PB diperlukan.

Keberadaan PB atau agen property memberikan posisi yang win win kepada pemilik property maupun calon buyer. Bagi property owner jasa seorang PB sangat dibutuhkan untuk menghemat waktu dan tenaga dalam menjual property miliknya dan bagi seorang buyer PB menjadi tempat untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan objektif mengenai property yang akan dibeli. Tak jarang buyer juga memerlukan advice dari PB yang dikenal baik olehnya.

Namun tidak semua orang bisa sukses sebagai PB, karena kenyataannya banyak PB yang sudah menjalani profesi ini bahkan sampai puluhan tahun tapi belum bisa dikatakan sukses. Sekurangnya ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk menjalani profesi PB:

Persiapkan Mental
Ya, mental lah yang paling utama dipersiapkan jika ingin menjadi PB sukses. Mental yang kuat diperlukan karena menjadi PB kita akan selalu berhubungan dengan orang lain. Baik  property owner maupun pembeli. Kita akan merasakan bagaimana rasanya ditolak pemilik property yang kita tawarkan untuk dibantu menjual propertinya, sampai menghadapi orang yang tidak menghargai profesi sebagai PB. Ini tidak berlaku bagi property agent yang sudah tergabung dalam perusahaan property agent yang sudah establish, dan memiliki property untuk dipasarkan.

Kuasai Product Knowledge Property yang Dijual
Penguasaan product knowledge menjadi pembeda antara seorang PB dengan traditional broker (TB). Seorang PB harus mampu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh konsumen terkait dengan property yang sedang dipasarkan. Kemampuan ini timbul karena penguasaan yang bagus terhadap product knowledge. Jika kita mengambil contoh rumah sebagai property yang kita jual, maka semua hal yang berhubungan dengan rumah tersebut harus kita pahami, baik kelebihan atau kekurangannya. Data-data fisik, legalitas harus berada dalam kepala kita.

Jujurlah terhadap Calon Pembeli
Jujur yang dimaksud disini adalah bahwa kita harus mau memberikan keterangan yang objektif, mengatakan suatu property bagus kalau memang bagus dan sanggup mengatakan bahwa property kurang bagus kalau memang kurang bagus dan memberikan masukan-masukan yang benar kepada calon konsumen. Ini termasuk pembeda antara seorang PB dengan TB. Seorang TB akan mengatakan bahwa semua property yang ditawarkan bagus. Padahal secara kasat mata property tersebut sebaliknya.
Perbanyak Listing Setiap Hari
Banyaknya listing yang closing adalah permainan probabilitas, berdasar pengalaman dan riset kemungkinan terjadinya penjualan adalah satu perbanding duapuluh. Artinya jika anda ingin dapat satu closing anda harus memiliki listing sekurang-kurangnya duapuluh listing. Adalah harapan yang tidak pada tempatnya jika anda punya listing hanya satu atau dua dan terus berharap itu terjual dalam waktu singkat, apalagi property tersebut bersifat open listing yang juga dipasarkan oleh agent lain.

Promosi Gencar Setiap Hari
Inti dari marketing adalah bagaimana mengkomunikasikan product yang kita jual kepada calon konsumen. Begitu juga marketing di bidang property, bagaimana kita mempromosikan property kita kepada sebanyak mungkin calon kunsumen. Ya, sesederhana itu.

Beruntung kita sekarang ini berada pada era teknologi informasi dimana terdapat banyak sekali media yang bisa kita gunakan sebagai alat promosi. Saya termasuk orang yang berpendapat bahwa semua media promosi harus kita gunakan untuk menggaet pembeli.

Bisa melalui media konvensional seperti iklan baris dan display di koran dan majalah, spanduk, sign board, papan nama, dan pemasaran melalui online media, baik berupa website pribadi seperti asriman.com ini ataupun di situs yang menyediakan layanan jual beli, mekanisme beriklan gratis dan berbayar, tergantung jenis website-nya.

Situs yang baik untuk media promosi property adalah situs yang memiliki traffic yang tinggi, yang memiliki puluhan ribu, bahkan ratusan ribu visitors perhari. Sehingga kemungkinan iklan kita dilihat oleh banyak orang semakin besar.

Cara menilai situs yang baik untuk dijadikan media promosi menjual rumah (misalnya) adalah dengan cara mengetik ‘rumah dijual’ atau apapun yang ingin kita jual di search engine seperti Google, kemudian buka situs yang berada di paling atas harsil pencarian. Sudah pasti situs itu luar biasa jumlah traffic-nya. Dan daftarkan listing anda pada website tersebut, jika memungkinkan.

Pengalaman empiris mangatakan bahwa konsumen yang menghubungi kita melalui informasi dari internet memiliki prosentase yang lebih besar sebagai hot buyer.

Layani Konsumen Sepenuh Hati
Melayani konsumen dengan sepenuh hati akan memberikan efek yang luar biasa terhadap branding kita sebagai PB. Jika seseorang merasa puas dengan pelayanan yang kita berikan maka orang itu akan senang hati merekomendasikan jasa kita kepada saudara atau teman-temannya. Bagaimanapun rekomendasi dari orang yang kita percayai memberikan impact trust yang besar jika dibandingkan dengan informasi yang didapat secara terbuka.

Jalani dengan Senang Hati
Mencintai apa yang kita kerjakan merupakan cara terbaik untuk bahagia. Kita akan merasakan energi yang luar biasa dalam melakukan suatu pekerjaan jika kita melakukan dengan senang hati. Aura keyakinan akan muncul di wajah kita apabila kita sedang mempromosikan sesuatu. Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-6134-tips-mendirikan-bisnis-broker-properti.html

Resep Manajemen Waktu untuk Pebisnis

Sebagai seorang pengusaha, Anda mungkin terganggu dan terjebak dalam hal yang tidak perlu. Hal itu tentu saja membuat waktu Anda tidak efektif dan mubazir.

Jika Anda kesulitan membagi waktu, sebaiknya Anda mulai mengatur waktu agar sukses berbisnis.
Berikut panduan praktis agar Anda bisa menguasai waktu:

1. Selalu bawa jadwal Anda dan ingat di benak Anda jadwal pertemuan dan kegiatan selama sepekan.
2. Setiap kegiatan dan pembicaraan penting untuk sukses Anda harus menjadi prioritas.
3. Curahkan minimal 50% waktu untuk janji dengan mitra bisnis, pembicaraan dan kegiatan untuk hasil terbesar usaha Anda.
4. Jadwalkan waktu untuk para penyela waktu (interuptor) Anda.
5. Luangkan waktu 30 menit setiap hari untuk mebuat rencana Anda.
6. Cukup waku 5 menit untuk menentukan apa yang akan Anda peroleh.
7. Pasang tanda 'harap tidak mengganggu' pada saat Anda sedang serius bekerja.
8. Berlatihlah untuk tidak menjawab telepon atau sekadar memuat e-mail.
9. Tutup segala pengganggu, seperti Facebook dan media sosial, kecuali Anda butuh untuk mendukung bisnis.
10. Perlu dicamkan penting untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.

Manajemen Keuangan Bagi Wirausaha Pemula

 Kegiatan mengelola keuangan usaha, sering membuat para pengusaha kalang kabut. Mereka selalu merasa omset yang diperolehnya sudah cukup besar, tapi kenapa labanya selalu habis tanpa sisa dikas usaha? Mungkin hal ini juga sering Anda alami ketika memulai usaha baru.

Kebanyakan para pemula, tidak memisahkan antara uang usaha dan uang pribadi. Sehingga uang usaha termakan untuk keperluan sehari-hari, dan uang pribadi ikut digunakan untuk operasional usaha.
Keadaan seperti itulah yang menjadi tantangan besar bagi para pengusaha, agar mereka bisa mengatur keuangan usaha dengan baik dan mengontrol semua pemasukan maupun pengeluaran usahanya. Untuk itu sebelum Anda terjerat dengan permasalahan uang yang semakin rumit, mari kita bahas bersama tips cerdas mengelola keuangan usaha yang mudah-mudahan bisa membantu Anda.

Pertama pisahkan keuangan usaha dengan uang pribadi Anda. Hal ini yang masih sering dilupakan para pemula, mereka menganggap usahanya masih kecil jadi belum perlu memisahkan uang pribadi mereka dengan uang usaha. Padahal itu menjadi salah satu kesalahan utama yang bisa mengganggu arus kas usaha. Sebab dengan menggabungkan kedua uang tersebut, maka Anda akan kesulitan dalam mengontrol pemasukan maupun pengeluaran usaha. Oleh karena itu, sekecil apapun usaha Anda sebaiknya pisahkan uang usaha dan uang pribadi. Agar Anda dapat mencatat semua transaksi usaha dengan rapi.

Kedua setelah memisahkan uang pribadi dan uang usaha, selanjutnya tentukan besar prosentasi keuangan yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha. Seperti berapa persen uang yang digunakan untuk operasional usaha, berapa persen laba yang Anda tetapkan, berapa persen uang untuk cadangan kas usaha, serta berapa persen uang yang digunakan untuk pengembangan usaha. Biasanya besar prosentase yang ditentukan masing-masing pengusaha tidak sama. Yang terpenting cara tersebut,  bisa membantu Anda mengelola keuangan usaha sesuai dengan porsi yang sudah ditentukan diawal memulai usaha.

Ketiga buatlah pembukuan dengan rapi. Adanya pembukuan bertujuan untuk mengontrol semua transaksi keuangan, baik pemasukan, pengeluaran, serta hutang dan piutang yang dimiliki usaha. Selain itu pembukuan yang rapi juga akan mempermudah Anda untuk mengevaluasi perkembangan usaha.

Keempat sebisa mungkin kurangi resiko dari hutang usaha. Mengembangkan usaha dengan cara berhutang, memang diperbolehkan. Namun berhati-hatilah dengan hutang Anda, sebab bila kondisi keuangan usaha kurang baik. Adanya beban cicilan hutang, hanya akan memperburuk keadaan usaha Anda. Untuk itu jika pemasukan yang ada belum bisa memenuhi kebutuhan usaha, sebisa mungkin kurangi resiko berhutang.


Kelima selalu kontrol arus kas usaha Anda. Bila arus kas Anda lancar, maka segala kewajiban yang harus dibayar perusahaan juga bisa terpenuhi. Sebagian besar peluang usaha akan terganggu segala operasionalnya, jika kas usaha yang ada tidak berjalan lancar. Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-6132-manajemen-keuangan-bagi-wirausaha-pemula.html

Empat Cara Alokasikan Modal Usaha





Banyak orang punya modal usaha besar, tetapi tidak berhasil mengelola bisnis secara baik dan akhirnya gulung tikar. Kenapa demikian? Salah satu penyebabnya adalah ketidaktepatan mengalokasikan modal usaha, sehingga terjadi kesalahan prioritas penggunaannya.

Beberapa pebisnis mengungkapkan, ada empat alokasi modal yang perlu mendapat perhatian agar usaha dapat berjalan dengan lebih baik.

Pertama, penggunaan modal untuk kepentingan organisasi usaha. Alokasi pada poin ini penting, terutama untuk usaha yang baru dimulai, tetapi juga tidak boleh diremehkan bagi usaha yang sudah berjalan. Misal pengurusan izin usaha, pemrosesan badan hukum baik di notaris maupun di Depkumham, biaya administrasi usaha dan lain sebagainya.

Kedua, alokasi untuk investasi aset tetap usaha. Pada item ini, seringkali pengusaha, terutama pemula dan pengusaha tradisional tidak tepat mengalokasikannya. Investasi untuk ini diperbesar dan tanpa terasa mengabaikan yang lain. Akibatnya ketika membutuhkan pendanaan, pengusaha mengalami kesulitan karena sudah terlalu banyak yang terserap pada aset tetap. Banyak orang membangun toko sangat baik dengan investasi yang besar, tetapi lupa ketika toko harus diisi dengan barang dagangan.

Ketiga, penetapan modal kerja yang akan digunakan dalam usaha, agar segera dapat dioperasionalkan. Alokasi ini penting, untuk dapat menggerakkan dan mendinamisasi roda usaha sehari-hari. Modal kerja yang terlalu kecil ditanamkan akan membuat usaha sulit berjalan normal, begitu juga jika terlalu besar akan menjadikan usaha kurang lincah. Di sinilah perlunya pengusaha menetapkan alokasi yang tepat agar tidak mengalami masalah di tengah jalan. Pengalaman pada bulan atau tahun sebelumnya, dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan item ini.

Keempat, pengusaha juga perlu memasukkan faktor yang tidak terduga dan risiko yang mungkin terjadi dalam pengalokasian modal. Situasi dan kondisi ekonomi yang tidak pasti di masa yang akan datang harus dapat diantisipasi seorang pengusaha. Sebab, bisa jadi tiba-tiba karena ketidaksetabilan ekonomi terjadi risiko yang tak terduga, usahapun akan tergulung karena kalah persaingan di pasar.

Akhirnya, agar dapat sukses dan berjangka panjang dalam usaha, pandai-pandailah mengalokasikan modal dalam setiap keputusan investasi bisnis. Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-6131-empat-cara-alokasikan-modal-usaha.html

Selasa, 26 Januari 2016

Boxfresh Tawarkan Desain Segar di Tahun 2016

http://static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/billy/artikelVoll-12745-org.jpg
Pada tahun 2015 kemarin, Boxfresh membuat pernyataan yang cukup mengejutkan dengan menyetop produksi lini pakaian mereka dan berkonsentrasi pada lini sepatu.

Sehingga brand asal London, Inggris, ini hanya akan meluncurkan sepatu terbaru untuk koleksi spring/summer 2016.

"Konsumen Boxfresh tahun lalu lebih didominasi pada pembelian sepatu. Dengan berbagai jenis sepatu kami yang beragam, yang menjadi kunci bisnis Boxfresh, sehingga kami memusatkan fokus pada kekuatan lini sepatu ini," kata Nick Drury selaku Head of Design Boxfresh.

Boxfresh terlihat lebih konsisten dalam menangani desain sepatunya. Terlihat sepatu kulit yang minimalis, kemudian boots yang menggabungkan bahan kulit serta suede, dan sneakers warna-warni berbahan nylon yang sangat ringan.

Pilihan ragam sepatu seperti di atas dikarenakan konsumen utama Boxfresh adalah kaum pria yang suka dengan tantangan baru, pria yang mencari sebuah brand yang nyaman dipakai untuk kegiatan sehari-hari mereka sekaligus memiliki tampilan yang gaya.

Untuk tahun 2016 sendiri, Boxfresh memperkenalkan sepatu ringan dan nyaman dengan konsep cupsole yang diberi nama Sandon. Selain itu, koleksi sepatu Icon ditingkatkan kualitasnya dengan menambah bahan kulit premium. Ada juga sepatu Hortik yang terinspirasi dari kota metropolitan.

Produk yang sukses di Inggris dan Jerman ini ingin memperluas jaringannya di kawasan lain, seperti Kanada, Australia, dan beberapa negara di Asia.

Selengkapnya: http://www.imart89.com/blog/read/131/boxfresh-tawarkan-desain-segar-di-tahun-2016

The North Face Kembali Gagas Inovasi Lewat Sutra Laba-Laba

http://static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/billy/tnf.jpg
The North Face, Spiber, dan Goldwin kini bekerjasama dalam mengembangkan sebuah produk pakaian komersil yang dibuat melalui proses fermentasi mikroba yang tidak bergantung pada petroleum, melainkan sutera laba-laba sintetis.

Prototipe ini mereka beri nama Moon Parka.

Perusahaan berbasis di Jepang, Spiber, membuat sutera laba-laba sintetis tersebut, kemudian bekerjasama dengan Goldwin dan The North Face untuk mengubah material tersebut menjadi sebuah jaket.

"Produk ini merupakan inovasi baru bagi The North Face, yang mana membawa ide segar ke pasaran dan menangkap imajinasi orang-orang di seluruh dunia," ujar Vice President of Global Product The North Face, Joe Vernachio.

Bahan sutera laba-laba sintetis dinilai memiliki kekuatan dan elastisitas yang tinggi, membuka peluang untuk ketersediaan materi dalam manufaktur pakaian.

"The Moon Parka menjadi pakaian pertama di dunia yang dibuat dari materi protein buatan. Proses ini memberikan kami tantangan mengenai apa yang akan kami hadapi nanti," tambahnya.

Saat ini kebanyakan pakaian dibuat dari polyester, nylon, dan materi polymer sintetis lainnya, sehingga membuat materi dengan bahan dasar protein dan fiber yang bisa diperbaharui memperlihatkan perkembangan yang signifikan pada industri pakaian.


The North Face belum memberikan tanggal pasti untuk peluncuran Moon Parka ini, namun mereka ingin segera merilisnya di awal tahun 2016 ini. Selengkapnya: http://www.imart89.com/blog/read/130/the-north-face-kembali-gagas-inovasi-lewat-sutra-laba-laba

Funika Terapkan Furnitur dengan Green Label

http://static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/billy/funika.jpg
Funika yang merupakan perusahaan berbasis di Singapura ini memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri furnitur.

Yang membuatnya berbeda dari produk furnitur lainnya adalah Funika menawarkan furnitur yang ramah lingkungan serta telah mengikuti aturan Green Production dari Dewan Lingkungan Hidup Singapura (Singapore Environment Council).

Proses produksi dilakukan di Malaysia dengan persediaan pohon karet tua yang melimpah untuk menghasilkan particle board yang tidak berbau, kuat, stabil, dan tahan lama.
Selain itu, Funika juga menggunakan pipa PVC yang bisa didaur-ulang dan rak yang terbuat dari kain non rajut.

Funika juga menawarkan kepraktisan dalam produk furniturnya. Funika telah menggunakan teknologi yang sudah dipatenkan, yaitu No Tools Technology, yang mana memungkinkan Anda untuk merakit sendiri furnitur ini tanpa bantuan alat apa pun.

Seperti contoh, saat Anda membeli sebua meja komputer multifungsi, Anda mendapatkan buku petunjuk serta cara pemasangan yang mudah tanpa menggunakan alat bantuan.

Selain itu, produk dari Funika juga dikenal memiliki fungsi lebih dari satu. Ada meja komputer yang juga befungsi sebagai rak untuk menyimpan buku.

Produk inovatif ini sudah terkenal di mancanegara, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok.

Selain menggunakan merek Funika, produk ini juga dipasarkan dengan merek Furinno dan Funature. Selengkapnya: http://www.imart89.com/blog/read/129/funika-terapkan-furnitur-dengan-green-label