Senin, 31 Oktober 2016

Nuansa Oriental Pada Kamar Mandi

Kamar mandi merupakan salah satu ruang inti sebuah rumah. Tanpa kamar mandi, rumah bisa dikatakan belum mempunyai ruang yang lengkap. Bagi Anda yang berminat merenovasi atau tengah bingung memilih desain interior untuk kamar mandi, gaya oriental bisa menjadi pilihan tepat.


 Beberapa orang, mulai dari kalangan biasa sampai dengan public figure, memiliki kegiatan tambahan bila sedang berada di dalam kamar mandi. Ada yang bersantai ria sambil membaca buku, surat kabar atau majalah, ada juga yang relaksasi dengan cara berendam air hangat beraromaterapik di bathtub dan ada pula yang mengecek penampilan atau mempercantik diri dengan luluran. Semua itu akan terasa lebih menyenangkan dengan dukungan interior kamar mandi yang tak hanya nyaman tapi juga sedap dipandang.

Dari sekian banyak style interior kamar mandi, gaya oriental bisa menjadi pilihan tepat jika Anda ingin mengganti nuansa atau membuat kamar mandi baru. Aura "hijau" (green life) berkesan alami yang mewarnai interior ala oriental bisa membuat Anda dijamin merasa lebih nyaman dalam melakukan rutinitas harian di dalam kamar mandi.

Seperti kebanyakan interior tradisional ala China, Jepang serta Korea yang sarat akan unsur kayu atau bambu, interior kamar mandi bergaya oriental tersebut pun bisa juga memakai sentuhan kayu di dalamnya. Anda bisa memakai kayu untuk membuat meja wastafel, bak mandi ataupun bathtub. Sebagai penghias lantai, batu-batu kerikil kecil bisa menjadi alternatif yang bisa membuat situasi kamar mandi terlihat lebih natural. Pot-pot tanaman hias dapat diletakkan di sudut ruang kamar mandi untuk menambah nuansa alami.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan kayu sebagai bahan dari furnitur kamar mandi, Anda tentunya harus terlebih dahulu menentukan konsep kamar mandi, apakah ingin kamar mandi basah atau kering. Jika memilih konsep kamar mandi basah, perlu diperhatikan adalah jenis kayu yang digunakan. Sebagai area yang berhubungan dengan air, kayu yang dipakai sebaiknya kayu komposit berkandungan fiber agar tahan terhadap genangan air sekalipun. Meski kayu itu relatif mahal harganya namun untuk harga sebuah kenyamanan, bisa dibilang sepadan.

Kalau Anda masih ingin memasukkan unsur kayu dalam desain interior kamar mandi tapi budget terbatas, gunakan saja keramik bermotif kayu yang kini sedang trendi dan banyak ditawarkan para produsen keramik berkualitas. Selain lebih terjangkau dari sudut biaya, tampilannya pun lebih menarik dengan perawatan yang juga jauh lebih mudah. (sumber)

Rabu, 24 Februari 2016

Tipe-tipe Kepribadian Entrepreneur



Ada beberapa tipe kepribadian seorang pengusaha atau entrepreneur. Di sini akan kami ulas beberapa tipe entrepreneur. Anda perlu pengetahui tipe kepribadian enterpreneur karena dengan mengetahui tipe kepribadian dalam menjalankan sebuah bisnis, Anda bisa lebih terarah dalam memimpin bisnis.

The Improver 
Anda memiliki kepribadian ini jika Anda menjalankan bisnis dengan menonjolkan gaya improver alias ingin selalu memperbaiki. Anda menggunakan perusahaan Anda untuk memperbaiki dunia. Improver memiliki kemampuan yang kokoh dalam menjalankan bisnis . Mereka juga memiliki intergritas dan etika yang tinggi.

Personality Alert: Waspadai sifat Anda yang cenderung menjadi perfeksionis dan terlalu kritis terhadap karyawan dan pelanggan Anda. Contoh entrepreneur: Anita Roddick, pendiri The Body Shop.

The Advisor
Tipe kepribadian pebisnis seperti ini bersedia memberikan bantuan dan saran tingkat tinggi bagi para pelanggannya. Motto dari advisor ini yaitu pelanggan adalah benar dan kita harus melakukan apa saja untuk menyenangkan mereka.

Personality Alert: Seorang advisor bisa jadi terlalu fokus pada kebutuhan bisnis mereka dan pelanggan, sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dan bisa-bisa malah lelah hati sendiri. Contoh entrepreneur: John W Nordstrom, pendiri Nordstorm.

The Superstar
Inilah tipe bisnis yang pusatnya dikelilingi oleh karisma dan energi tinggi dari "Sang CEO Superstar". Pebisnis dengan kepribadian seperti ini biasanya membangun bisnis mereka dengan personal brand mereka sendiri.

Personality Alert: Pebisnis dengan tipe ini bisa menjadi terlalu kompetitif dan workaholics. Contoh entrepreneur: Donald Trump, CEO Trump Hotels & Casino Resorts.

The Artist 

Kepribadian pebisnis seperti ini biasanya senang menyendiri tapi memiliki kreativitas yang tinggi. Mereka biasanya sering kali ditemukan di bisnis yang membutuhkan kreatifitas seperti pada perusahaan agen periklanan, web design, dan lain-lain.

Personality Alert: Pebisnis tipe ini bisa jadi terlalu sensitif terhadap respon pelanggan Anda, walaupun kritik dari mereka bersifat membangun. Contoh entrepreneur: Scott Adams, pendiri dan penggagas Dilbert.

Menyulap Limbah Komputer Menjadi Produk Kerajinan


Bisnis Komputer. Di sela-sela kesibukannya sebagai direktur operasional di sebuah perusahaan manufaktur, Steven Rodrig menyempatkan diri berkreasi mencipta karya seni bernilai tinggi. Menggunakan limbah dari komputer, pria kelahiran Havana, Kuba, ini membuat berbagai macam bentuk produk kerajinan ramah lingkungan yang mengesankan.

Sejak dua tahun lalu, Rodrig memanfaatkan PCB (printed circuit board) atau papan sirkuit dari komputer bekas sebagai bahan produk kerajinannya. Ayah tiga orang anak yang kini tinggal di New Jersey, Amerika Serikat, ini menjuluki karyanya sebagai kerajinan organik. Menurutnya, papan sirkuit yang tersembunyi di dalam mesin komputer bekas yang semula tak bernilai, bila dikreasikan dengan sedikit sentuhan imajinasi, bisa menghasilkan karya seni organik nan cantik. “Semua (kerajinan) berwujud organik, seperti tanaman dan hewan, bisa tercipta dari bahan-bahan inorganic. PCB ini contohnya,” tuturnya.

Dari mana ide Rodrig berasal? Inspirasinya timbul ketika Rodrig berniat membuatkan sarapan telur goreng untuk sang buah hati. Saat memecah telur dan melihat bagian putih dan kuning telur keluar dari  cangkang, dia menghubungkan momen itu dengan DNA buatan manusia yang bersifat organik. “Telur mempunyai data di dalamnya, yakni kuning dan putih telur. Itu merupakan data organik. Jadi bagaimana bila saya menggunakan PCB sebagai bahan pengganti untuk menghasilkan data organik,” kenangnya.

Untuk mencari PCB tak terpakai, Rodrig rela hunting ke tempat penimbunan sampah elektronik atau menghubungi teman-temannya. Tak seperti bahan kerajinan lain yang lebih mudah dirakit, kerajinan organik miliknya mempunyai tingkat kesulitan saat memotong-motong PCB menjadi beberapa bagian. Rodrig menjelaskan kepada situs Wired, “Tak semua PCB sama, ada yang terlalu keras untuk dipotong dan ada yang mudah hancur. Kepuasan akan datang ketika potongan-potongan PCB ini dirangkai menjadi satu bagian berbentuk sesuatu yang organik.”

Selain tanaman dan hewan, Rodrig juga membuat kerajinan dari PCB berbentuk sepatu, desain sebuah kota yang diberi nama “Attempt at Transferring Data Into the Organic World V.9.” dan lain sebagainya. Karya-karya seninya itu dibanderol dengan kisaran ratusan ribu dolar Amerika per item-nya.

Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-2086-menyulap-limbah-komputer-menjadi-produk-kerajinan.html

Tom Burtzlaff, Karyawan yang Jadi Entrepreneur



Mendobrak pola pikir pegawai adalah salah satu hal tersulit saat memulai sebuah bisnis sendiri. Banyak orang yang mencoba melakukannya tetapi gagal. Namun, Tom Burtzlaff yang seorang mantan eksekutif berpengalaman yang telah bekerja di beberapa perusahaan kosmetik ternama dalam berbagai posisi dari manufaktur hingga manajemen umum akhirnya terjun dalam entrepreneurship di akhir 2009 saat pemilik usaha di mana ia bekerja menutup kantor yang ia tempati.


Kini setelah menjadi entrepreneur, ia bangga dengan bisnisnya sendiri. Burtzlaff sekarang menjabat sebagai Presiden CMIT Solutions di Columbia, sebuah penyedia layanan dan solusi teknologi informasi berskala nasional. Ada lebih dari 125 kantor waralaba milik Tom yang tersebar di AS dan ia kini baru saja membuka satu lagi kantor di Maryland. Tom berbagi tentang perjalanannya dari menjadi seorang karyawan selama 30 tahun hingga akhirnya menjelma sebagai seorang entrepreneur .

Tom mengatakan, “Sebelum perpindahan saya, saya bekerja sebagai seorang eksekutif pemasaran dalam industri kosmetik selama 3 dekade. Saya telah bekerja di Avon, Maybelline, L’Oreal, dan sebagai manajer umum dalam perusahaan sampling kosmetik.”


Tom bisa dikatakan terpaksa menjadi seorang entrepreneur setelah perusahaannya menutup kantor tempatnya bekerja dan ia memutuskan untuk tidak pindah ke lokasi kantor yang baru. Perpisahan Tom dengan para rekan kerjanya cukup sulit mengingat lamanya waktu mereka bekerja bersama dalam satu kantor.


Di tengah masa sulit itu, Tom berpikir lebih mendalam tentang hidupnya, “Proses tadi membuat saya berpikir tentang prioritas hidup saya selama ini dan saya memutuskan bahwa mengambil alih masa depan saya sendiri dan memberikan layanan yang berkualitas bagi usaha kecil lainnya akan menjadi arah karir baru saya.”

Tom teringat dengan sebuah kelas entrepreneurship yang pernah ia ikuti. Ia kemudian merasa terpanggil untuk menjadi pemilik usaha. Ia menguji model bisnisnya secara perlahan dan bekerja dengan seorang perantara waralaba untuk membantunya menemukan model bisnis yang menarik baginya dan akan berhasil saat diluncurkan ke pasar.

“Saya harus menjalani proses pematangan ide ini hingga 2 bulan dengan dua pewaralaba yang berbeda. Kemudian saya melakukan validasi dengan banyak pemilik waralaba untuk memahami pengalaman mereka dan bagaimana setiap model waralaba bekerja untuk mereka,” paparnya. Beberapa saat setelah itu, Tom melakukan perjalanan ke kantor pusat waralaba tersebut untuk menemui sebuah tim yang akan mendukungnya mewujudkan usaha idamannya.

“Saya berpikir waralaba tetap melibatkan saya dalam kegiatan bisnis tanpa harus mengerjakan semua sendirian karena saya masih harus memberikan pelatihan, bahan pemasaran, nasihat atau saran memulai bisnis ,” tutur Tom.


Tom memiliki sejumlah saran untuk para calon entrepreneur yang masih bekerja untuk orang lain atau karyawan yang ingin menjadi entrepreneur. Berikut poin-poinnya:

  • Jika Anda sedang dalam masa ‘menganggur’, gunakan jeda tersebut untuk memikirkan dan mengevaluasi prioritas dalam hidup Anda.
  • Mintalah nasihat dari setiap orang tentang kemungkinan memiliki usaha sendiri. Anda tidak akan pernah tahu seberapa banyak orang yang bersedia membantu Anda mewujudkan impian itu.
  • Hadapilah ketakutan. Memiliki sebuah usaha sendiri berbeda jauh dari bekerja untuk perusahaan orang lain. Anda tidak akan mendapatkan gaji bulanan, tetapi Anda akan bisa mendapatkan semua laba yang Anda hasilkan dan Anda tidak bisa dipecat bagaimanapun juga. Selain itu, saat usaha Anda makin maju, pertambahannya akan menjadi milik Anda sepenuhnya.
  • Yakinlah bahwa usaha baru Anda adalah sesuatu yang Anda akan bisa banggakan ke setiap orang dan Anda akan menikmati mengerjakan setiap hal di dalamnya. Intinya, buat orang lain merasa gembira dan tertolong dengan kehadiran usaha Anda.

Dari Batuk Jadi Pengusaha


Dua mahasiswa yang tinggal sekamar seringkali terganggu ketika membersihkan tempat tinggal mereka. Dari sini lahirlah ide sederhana yang akhirnya mengantarkan mereka menjadi jutawan.

Banyak kalangan menilai bahwa perusahaan besar selalu tercipta dari ide-ide yang besar dan rumit pula. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Faktanya, saat ini mulai banyak perusahaan besar yang dibangun hanya dari ide-ide yang sederhana. Contohnya adalah Method, perusahaan produk kebersihan ternama dunia yang lahir hanya dari ide sederhana dua pendirinya, Adam Lowry dan Eric Ryan.

Seperti dilansir situs Consumer News and Business Channel (CNBC) lewat artikel berjudul “10 Ideas That Made USD100 Million”, Lowry dan Ryan mengaku ide awal membentuk Method berasal dari pengalaman pribadi mereka yang sering batuk saat menggunakan produk kebersihan yang ada di pasaran.

“Hal ini sering membuat kami berpikir dan bertanya-tanya apakah produk kebersihan yang kami gunakan mengandung kotoran atau bahan berbahaya,” ujar Ryan. Sejak itu, Lowry sebagai seorang mahasiswa yang duduk di jurusan Kimia Universitas Stanford mulai melakukan berbagai penelitian tentang produk kebersihan yang ada. “Hasilnya menunjukkan bahwa banyak penggunaan bahan berbahaya pada produk yang kami pakai. Dari situ kami mulai terinspirasi untuk membuat produk kebersihan yang ramah lingkungan dan tanpa menggunakan bahan berbahaya,” kata Lowry.

Setelah melakukan berbagai  persiapan untuk mewujudkan ide cemerlang mereka, akhirnya pada 2000, dua karib yang tinggal sekamar ini membentuk perusahaan produk kebersihan yang diberi nama Method.

Perusahaan mereka dikenal sebagai industri produk kebersihan yang berbasis di San Fransico, Amerika Serikat (AS). Perusahaan ini dikenal karena menciptakan berbagai macam produk kebersihan yang ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Untuk memudahkan pekerjaan, Lowry dan Ryan melakukan pembagian tugas sesuai keahlian masing-masing. Sebagai sarjana lulusan desain, Ryan bertanggung jawab atas pembuatan kemasan. Sedangkan Lowry,sebagai seorang ahli kimia, bertugas membuat berbagai macam produk.

Untuk pemasaran, mereka melakukannya bersama-sama. Pertama kali saat melakukan pola pemasaran produk Method, Lowry dan Ryan menggunakan cara klasik, yakni menawarkan dari pintu ke pintu. “Cara ini mudah untuk mengenalkan produk kami ke masyarakat luas. Cara lain yang kami gunakan adalah menitipkan produk ini di toko-toko kecil yang ada di daerah kami,” ungkap Lowry.

Seluruh produk yang dihasilkan Method mulai dari sabun mandi, sampo, krim popok, lotion, deterjen, sabun cuci piring, pencuci tangan, hingga formula pembersih lantai dibuat dari berbagai bahan alami seperti jagung, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Selain itu, desain kemasan produk Method juga dikenal cukup unik dengan bentuk yang tidak pasaran.

Seperti kemasan sabun pencuci piring yang dibentuk menyerupai jam pasir dan kemasan sabun pencuci tangan yang dibuat seperti kepala tokoh kartun Mickey Mouse. Berbekal keahlian yang dimiliki keduanya, kini Method berhasil menjadi salah satu perusahaan terbaik di dunia yang dinobatkan menjadi salah satu perusahaan paling inovatif versi FastCompany.

Pada 2006, Method juga berhasil menduduki peringkat tujuh teratas dalam daftar 500 perusahaan Amerika yang mampu berkembang cepat. Tahun ini People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), sebuah lembaga yang fokus terhadap perlindungan hewan, juga menobatkan Lowry dan Ryan sebagai Man Of The Years.

Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-2084-dari-batuk-jadi-pengusaha-.html

Kranthi Vistakula, Technopreneur dari India


Kranthi Kumar Vistakula mampu berpikir cerdas dengan menciptakan penemuan yang sangat aplikatif dan bermanfaat bagi semua manusia. Dia menciptakan jaket segala musim dan cuaca.

Dia membuat jaket yang nyaman digunakan di temperatur yang ekstrem sekalipun. Bahkan, dengan jaket ini, semua orang yang memakainya dapat mengontrol cuaca yang ada di sekitarnya. Vistakula memberikan jaminan kepada orang-orang yang tinggal di temperatur ekstrem dengan jaket buatannya.

Kini mereka yang bekerja di tengah laut, pegunungan, atau pun benua Antartika pun tidak perlu takut dengan cuaca yang ekstrem. Jaket ini dinamai ClimaCon. Sebenarnya, ide membuat jaket itu berasal dari pengalaman Vistakula ketika berkuliah di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Di saat cuaca yang dingin membuat dia harus mengenakan berlapis pakaian setiap kali meninggalkan rumah. Kadang, untuk menangkal dingin, dia harus menggunakan lima jaket hangat. Beratnya pun hingga 5kg. Kemudian, setelah masuk ke kelas, dia harus menanggalkan semua pakaiannya. Itu menjadi tidak praktis.

Ide pun mucul. Dia ingin membuat jaket yang mampu digunakan di segala cuaca dan musim. Setelah berpikir panjang, akhirnya dia menemukan kuncinya. Menurut Vistakula, kuncinya adalah pemanfaatan alat termoelektrik bernama pelat peltier. Sebenarnya, pelat ini terdiri atas dua besi yang menghasilkan arus listrik.

Setiap kali arus listrik mengalir, besi di satu sisi akan bertambah panas, sedangkan besi yang satu lagi malah jadi dingin. Vistakula mengandalkan baterai yang dilekatkan pada jaket. Tapi, ketahanan baterai itu ada masanya, yakni delapan jam.

Seperti dilaporkan BBC, untuk menaikkan dan menurunkan temperatur, pemakai jaket tinggal menekan tombol yang melekat pada bagian jaket. Hebatnya, meski dilengkapi besi, ClimaCon tetap ringan. ClimaCon mampu bertahan pada suhu ekstrem minus 50 derajat sampai 50 derajat Celsius.

Pasukan militer India di gunung es Siachen telah menguji coba jaket itu. Mereka berhasil bertahan pada suhu minus 40 derajat Celcius di musim dingin. Sedangkan pada musim panas bersuhu lebih dari 40 derajat Celcius, Vistakula masih merasa nyaman dengan mengenakan ClimaCon. Penemuan cerdas itu telah dipatenkan atas nama Vistakula.

Dia pun menjadi penemu yang masuk jajaran ilmuwan dunia. Untuk produksi massal, Vistakula bekerja dengan tim muda yang penuh antusias di Kota Hyderabad, ibu kota negara bagian Andhra Pradesh. Dhama Innovation adalah nama perusahaan yang didirikan oleh Vistakula pada Januari 2008.

Tiga tahun kemudian berjalan, perusahaan itu memiliki 15 orang pegawai yang terdiri dari teknisi, desainer, manajemen, dan penjahit. Dia bakal menjual jaket massal ke seluruh dunia. Tapi, belum ada kepastian berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membeli jaket tersebut.

Melalui Dhama Innovation, kini Vistakula bukan hanya puas dengan penemuannya itu. Alumnus MIT itu sedang mengembangkan ide agar penemuannya dapat diterapkan pada sepatu, kerudung, ataupun piring-piring makan malam.

“Kita juga mengembangkan sepatu tahan cuaca dan produk kita disukai oleh pasukan militer yang bertugas di gletser Siachen,” katanya dikutip dari BBC.

Dengan jaket dan sepatu segala musim, maka radang dingin pun bakal segera diatasi. Kemudian, Vistakula juga berencana membuat jaket khusus untuk sapi. “Pada dasarnya, sapi itu kalau musim dingin akan memberikan susu sedikit,” katanya. Jika sapi itu mengenakan jaket yang memberikan temperatur panas, maka sapi akan mengeluarkan susu dalam jumlah banyak.

Sebelum penemuan jaket itu berhasil, Vistakula melakukan percobaan berpuluhpuluh kali. Jaket pertama yang dibuatnya berbobot 5kg, dilengkapi kabel dan kipas angin. Semua orang yang melihat jaket itu langsung tertawa karena terlihat seperti bom. Kemudian, dia pun menggantinya dengan pelat.

Selain jaket, Vistakula memproduksi aplikasi medis untuk teknologi. Timnya saat ini sedang bekerja membuat produk yang diberi nama Haemosave. Sebuah produk untuk membekukan darah akibat luka. Alat itu dapat menjadi penyelamat hidup manusia karena menggunakan terapi es yang mampu menghentikan aliran darah.

Selengkapnya: http://www.eciputra.com/berita-2082-kranthi-vistakula-technopreneur-dari-india-.html

Tatiek Kancanawati, Penggagas Kampung Wisata Bisnis Tegalwaru

Terdorong untuk memberdayakan pelaku UKM di desanya, Tatiek Kancaniati merintis pendirian Kampung Wisata Bisnis Tegalwaru. Dikunjungi sekitar 6.000 orang, omzet total yang didapat pelaku UKM di Tegalwaru mencapai Rp 2 miliar per bulan.

Sejak 2007, Tatiek Kancaniati fokus melakukan pemberdayaan dan pengembangan usaha kecil menengah (UKM) di Desa Tegalwaru, Ciampea, Kabupaten Bogor. Tatiek sendiri merupakan warga asli desa tersebut.

Ia tergerak memberdayakan para pengusaha kecil di desanya setelah beberapa kali mengikuti pelatihan social entrepreneur leader yang diadakan oleh Dompet Dhuafa. Pelatihan itu sendiri bertujuan untuk membangun jiwa entrepreneur. "Kebetulan suami saya bekerja di Dompet Dhuafa," kata Tatiek.

Guna mempraktikkan hasil pelatihan itu, ia pun mendirikan Yayasan Kuntum Indonesia. Yayasan itu didirikan pada 2007. Lewat yayasan itu, dia mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk terlibat dalam usaha pembuatan tas anyaman bambu.

Setahun kemudian, ia juga merintis usaha produksi nata de coco. Usaha ini juga melibatkan warga desa setempat. Ide usaha ini didapat setelah ia melihat banyaknya limbah air kelapa di desanya. "Kebetulan di Tegalwaru ada pabrik selai kelapa. Nah, limbah air kelapanya saya manfaatkan untuk nata de coco," kata Tatiek.

Selain dirinya sendiri, Tatiek juga mendorong warga lain di desanya untuk memproduksi nata de coco. Hingga saat ini, sudah ada tiga produsen nata de coco di Tegalwaru, termasuk Tatiek.

Selain nata de coco, ia juga memproduksi arang briket batok kelapa. Demi kemajuan usahanya, pada 2011 ia mengubah nama yayasannya menjadi Kuntum Organizer.

Melalui yayasan itu, Tatiek menggandeng para pemilik usaha lain di Tegalwaru untuk menjadikan desa mereka sebagai Kampung Wisata Bisnis Tegalwaru. Kebetulan di Tegalwaru terdapat belasan unit usaha. Di antaranya usaha peternakan, perikanan, nata de coca, kerajinan tas, kerupuk, dan masih banyak lagi.

Tujuan mendirikan kampung wisata bisnis itu tidak lain untuk membantu mengatasi kendala pemasaran yang banyak dihadapi pelaku UKM di desanya. Upaya itu tidak sia-sia. Ia mengklaim, banyak orang kini mengunjungi desanya. "Kami memberikan pelatihan bagi para pengunjung yang datang," ujarnya.

Setiap pengunjung dipungut bayaran Rp 25.000 untuk mengikuti pelatihan di satu bidang usaha tertentu, lengkap dengan praktik dan tutorial. Sepanjang tahun ini, Tegalwaru telah dikunjungi sekitar 6.000 orang. "Pengunjung datang dari Aceh hingga Papua, baik instansi pemerintah hingga mahasiswa untuk studi banding," imbuh Tatiek.

Banyak juga pengunjung yang kemudian tertarik memasarkan produk UKM dari desa tersebut. Hasilnya? Tatiek bilang, total omzet yang didapat seluruh pelaku UKM di Tegalwaru kini mencapai Rp 2 miliar per bulan. Dengan jumlah penduduk mencapai 12.000 jiwa, sekitar 40%-nya kini terlibat di dalam kampung wisata ini.